“Kehadiran Bapak Menteri hari ini merupakan penegasan bahwa kami tidak berjalan sendiri. Negara hadir dan mengakui kesetiaan serta pengabdian orang tua kami kepada Indonesia,” ujar Fernando, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT.
Ia menegaskan bahwa pilihan warga eks Timor Timur untuk tetap menjadi bagian dari Indonesia bukanlah keputusan tanpa pertimbangan. Menurutnya, Indonesia dipilih secara sadar sebagai rumah bersama, bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pengabdian yang berkelanjutan.
Fernando juga menekankan bahwa kepemimpinan UNTAS ke depan tidak dimaksudkan untuk membuka kembali perdebatan masa lalu, melainkan memperkuat identitas, konsistensi, serta kontribusi warga eks Timor Timur bagi bangsa dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Fernando menyampaikan pesan agar UNTAS tidak sekadar menjadi organisasi simbolik. Ia mengungkapkan adanya pesan dari sejumlah tokoh militer purnawirawan agar UNTAS tampil sebagai organisasi yang kuat, solid, dan mampu mengayomi seluruh anggotanya di berbagai daerah.
Atas nama seluruh warga yang tergabung dalam UNTAS, Fernando juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat NTT yang sejak 1999 telah menerima warga eks Timor Timur dengan keterbukaan dan solidaritas sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
