Pertamina Tegaskan Merger Tiga Anak Usaha Tanpa PHK, Karyawan Tetap Aman

pertamina

ID, Jakarta – PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa proses penggabungan tiga entitas anak perusahaan tidak akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Manajemen memastikan tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam kebijakan merger yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menekankan bahwa perlindungan terhadap karyawan menjadi prinsip utama dalam aksi korporasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa manajemen telah melakukan komunikasi langsung dengan seluruh pegawai terkait rencana penggabungan usaha.

“Manajemen sudah menyampaikan secara terbuka kepada seluruh karyawan. Prinsip kami jelas, tidak ada yang ditinggalkan. No one left behind. One talent, one future,” ujar Agung saat ditemui di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Agung menjelaskan bahwa proses merger ketiga anak usaha tersebut kini telah memasuki tahap akhir. Setelah penggabungan resmi dilakukan, struktur organisasi Pertamina di sektor hilir akan disederhanakan menjadi satu subholding.

“Sebelumnya terdapat enam subholding. Melalui konsolidasi ini, tiga subholding di sektor hilir akan dilebur menjadi satu Subholding Downstream,” jelasnya.

Kebijakan restrukturisasi ini sebelumnya juga disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri. Ia menyatakan bahwa penggabungan dilakukan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, serta meningkatkan kemampuan adaptasi perusahaan di tengah dinamika industri energi global.

Menurut Simon, proses penggabungan operasional ketiga anak usaha Pertamina tersebut telah mulai berjalan sejak 1 Januari 2026. Meski demikian, keputusan akhir terkait struktur merger sepenuhnya berada pada kewenangan BPI Danantara sebagai pemegang otoritas.

“Tujuannya agar manfaat yang dihasilkan lebih besar. Tantangan global saat ini cukup kompleks, sehingga perusahaan perlu terus berbenah agar kinerjanya tetap optimal,” ujar Simon saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).

Dengan konsolidasi ini, Pertamina berharap dapat memperkuat integrasi bisnis di sektor hilir, mempercepat pengambilan keputusan, serta menjaga keberlanjutan perusahaan tanpa mengorbankan kepentingan dan masa depan para karyawan. red

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version