Smart and Green Building PLN, Contoh Orientasi Pengurangan Emisi Karbon

pln

Ia mengemukakan bahwa paradigma lama yang menempatkan perusahaan listrik semata sebagai penyedia energi kini telah bergeser menuju model ekosistem energi terintegrasi. Dalam model tersebut, PLN tidak hanya berfungsi sebagai distributor listrik, tetapi juga sebagai platform digital yang mampu mengorkestrasi interaksi antara teknologi, konsumen, dan sumber energi baru terbarukan.

Lebih lanjut, Darmawan menilai perkembangan teknologi seperti kendaraan listrik, sistem otomasi bangunan, serta PLTS Atap telah mengubah pola konsumsi energi masyarakat. Gedung dan rumah di masa depan diproyeksikan tidak lagi berperan pasif sebagai pengguna energi, melainkan aktif memproduksi, menyimpan, dan mengelola energi secara mandiri dalam ekosistem dua arah.

Sebagai tahap implementasi awal, PLN menetapkan Gedung Trapesium di Kantor Pusat sebagai proyek percontohan. Gedung tersebut kini telah dilengkapi PLTS Atap berkapasitas 89,28 kilowatt peak (kWp) yang terintegrasi dengan Energy Management System. Sistem ini berfungsi sebagai pusat kendali digital untuk menganalisis pola penggunaan energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional gedung secara komprehensif.

Komisaris Independen PLN, Andi Arief, menilai penerapan konsep Smart & Green Building memiliki signifikansi penting dalam memperkuat kredibilitas perusahaan sebagai pelaku utama transisi energi nasional. Menurutnya, upaya efisiensi energi harus dimulai dari internal perusahaan sebelum diterapkan secara lebih luas kepada masyarakat dan pelanggan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version