“Sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyampaian informasi kepada publik, SMSI memandang bahwa peningkatan kualitas jurnalis merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda,” ujar Kosmas.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan media sosial telah melahirkan berbagai aktor baru dalam ekosistem informasi, mulai dari influencer, buzzer, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses produksi konten. Fenomena tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi profesi wartawan untuk mempertahankan relevansi di tengah derasnya arus informasi digital.
Karena itu, pelatihan tidak hanya membahas perkembangan teknologi AI, tetapi juga mengulas implikasinya terhadap praktik jurnalistik, etika profesi, serta masa depan industri media. Diskusi tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta mengenai posisi wartawan sebagai produsen informasi yang mengedepankan proses verifikasi dan tanggung jawab sosial.
Selain membedah dinamika media digital, peserta juga akan memperoleh materi mengenai teknik peliputan, penulisan berita, metode verifikasi informasi, pemanfaatan teknologi digital dalam kerja jurnalistik, regulasi pers, hingga implementasi Kode Etik Jurnalistik dalam praktik pemberitaan sehari-hari.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
