ID, Jakarta – Perkembangan konten video pendek di platform digital seperti YouTube semakin memicu pola konsumsi media yang bersifat adiktif, terutama di kalangan anak dan remaja. Fenomena ini mendorong perusahaan teknologi untuk menghadirkan fitur pengendalian waktu layar guna memitigasi dampak negatif dari kebiasaan scrolling tanpa batas. Salah satu inovasi terbaru adalah opsi untuk membatasi bahkan menonaktifkan tayangan video pendek Shorts secara langsung melalui pengaturan aplikasi.
Dalam pembaruan terbarunya, YouTube memungkinkan pengguna mengatur batas konsumsi konten Shorts hingga nol menit per hari. Kebijakan ini secara efektif membuat fitur tersebut tidak lagi menampilkan video setelah ambang batas tercapai. Sebelumnya, batas minimal yang tersedia adalah 15 menit, sehingga perubahan ini memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pengguna yang ingin mengurangi distraksi digital dan beralih ke konten berdurasi panjang yang lebih informatif.
Menurut laporan The Verge yang mengutip pernyataan juru bicara YouTube, Makenzie Spiller, fitur ini mulai didistribusikan secara bertahap kepada seluruh pengguna. Implementasi awal difokuskan pada sistem kontrol orang tua, sebelum akhirnya diperluas ke akun pengguna umum. Langkah ini mencerminkan pendekatan bertahap dalam memastikan efektivitas fitur sekaligus meningkatkan literasi digital keluarga.
Adapun prosedur untuk menonaktifkan Shorts melalui pengaturan aplikasi relatif sederhana. Pengguna hanya perlu mengakses menu profil, masuk ke bagian pengaturan, kemudian memilih opsi manajemen waktu. Pada bagian batas harian, pengguna dapat mengatur durasi konsumsi Shorts menjadi nol menit, sehingga fitur tersebut tidak lagi aktif dalam penggunaan sehari-hari.
Langkah ini juga sejalan dengan meningkatnya perhatian global terhadap isu keamanan digital anak. Media internasional seperti NDTV mencatat bahwa penguatan kontrol terhadap konten digital menjadi agenda penting di berbagai negara. Sebelumnya, perusahaan induk YouTube, Google, telah memperkenalkan pembaruan fitur pengawasan orang tua, termasuk pembatasan durasi konsumsi konten bagi anak dan remaja.
Selain itu, orang tua kini memiliki otoritas lebih besar dalam mengontrol akses anak terhadap konten video pendek. Fitur pemblokiran dapat diterapkan baik secara temporer maupun permanen, sehingga memungkinkan pengawasan yang lebih adaptif sesuai kebutuhan perkembangan anak.
Perlu diketahui, Shorts merupakan fitur video singkat yang diperkenalkan YouTube pada tahun 2020 sebagai respons terhadap tren konten cepat yang juga diadopsi oleh platform lain seperti TikTok dan Instagram. Hingga kini, konsumsi konten Shorts telah mencapai rata-rata ratusan miliar penayangan per hari, menunjukkan tingkat penetrasi yang sangat tinggi di kalangan pengguna global.
Di Indonesia, perhatian terhadap penggunaan media sosial oleh anak juga semakin menguat. Pemerintah telah mulai menerapkan kebijakan pembatasan akses bagi pengguna berusia di bawah 16 tahun pada sejumlah platform digital, sebagai bagian dari upaya perlindungan anak di ruang siber. Selain YouTube, kebijakan tersebut juga mencakup berbagai platform populer lainnya seperti Threads, Facebook, hingga Roblox.
Dengan adanya fitur pembatasan ini, orang tua diharapkan dapat lebih proaktif dalam mengelola pola konsumsi digital anak. Pendekatan ini tidak hanya berfungsi sebagai kontrol teknis, tetapi juga sebagai bagian dari strategi edukatif dalam membangun kebiasaan penggunaan teknologi yang sehat, seimbang, dan bertanggung jawab.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
