ID, Kupang – Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali melahirkan tenaga medis baru melalui Upacara Pengambilan Sumpah Dokter Periode XLVII, yang berlangsung khidmat di Aula Rektorat Undana, Kupang, Selasa (27/1/2026).
Sebanyak 11 dokter resmi dikukuhkan dan siap mengabdikan diri di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan penambahan tersebut, jumlah dokter alumni Undana kini mencapai 671 orang, yang telah tersebar dan berkiprah di berbagai daerah di Indonesia, khususnya kawasan timur.
Prosesi sumpah dokter ini dihadiri pimpinan universitas, jajaran Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, tokoh-tokoh kesehatan di Nusa Tenggara Timur, serta perwakilan rumah sakit mitra pendidikan, antara lain RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dan RSUP dr. Ben Mboi.
Menjaga Empati di Tengah Kemajuan Teknologi
Dalam sambutannya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTT, dr. Stefanus Dhe Soka, Sp.B., mengingatkan para dokter baru agar mampu menempatkan kemajuan teknologi secara proporsional dalam praktik medis.
Menurutnya, akses informasi yang semakin terbuka melalui internet dan kecerdasan buatan harus dimaknai sebagai sarana pendukung, bukan pengganti peran dokter.
“Teknologi seharusnya memperkuat kualitas layanan, bukan menggantikan sentuhan kemanusiaan. Empati adalah nilai fundamental yang tidak dapat digantikan oleh teknologi secanggih apa pun,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undana, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si. Ia menegaskan bahwa Undana tidak hanya menyiapkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki sensitivitas sosial.
“Dokter lulusan Undana dibekali kemampuan intelektual, profesionalisme, serta kepekaan sosial agar mampu beradaptasi dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Dorongan Pengembangan Kompetensi
Sementara itu, Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan, termasuk pendidikan spesialis.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjawab tantangan sistem jaminan kesehatan nasional serta kebutuhan pelayanan medis yang semakin kompleks dan spesifik.
Mewakili para dokter baru, dr. Grace Yuniarti Naomi Bora’a, S.Ked., yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada periode ini, menyampaikan refleksi tentang makna profesi dokter.
“Gelar dokter bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab kemanusiaan yang lebih besar. Sumpah yang kami ucapkan hari ini adalah komitmen untuk mengabdikan ilmu demi kehidupan,” ungkapnya.
Melalui pengukuhan ini, Universitas Nusa Cendana kembali menegaskan kontribusinya dalam mencetak dokter-dokter yang tidak hanya cakap secara klinis, tetapi juga menjunjung tinggi etika, integritas, dan nilai kemanusiaan—sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kesehatan nasional, khususnya di Nusa Tenggara Timur. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
