Undana Buka Dua Program Dokter Spesialis, Perkuat Layanan Kesehatan di Indonesia Timur

Avatar photo
dokter

ID, Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi rujukan di kawasan Indonesia Timur dengan membuka dua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis pada Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH). Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab keterbatasan tenaga dokter spesialis di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dua program studi yang resmi dibuka yakni Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Program Studi Obstetri dan Ginekologi. Pembukaan tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 78/B/O/2026 tertanggal 15 Januari 2026.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., menjelaskan bahwa pembukaan program dokter spesialis ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kapasitas dan kesiapan Undana dalam menyelenggarakan pendidikan kedokteran lanjutan. Hal itu disampaikannya kepada media di Aula Lantai II FKKH Undana, Selasa (3/2/2026).

“Kami bersyukur atas kepercayaan Kemendiktisaintek kepada Undana. Kebijakan ini menunjukkan perhatian nyata pemerintah terhadap penguatan pendidikan tinggi dan layanan kesehatan di wilayah Indonesia Timur,” ujar Dr. Christina.

Ia menegaskan bahwa pembukaan dua program spesialis tersebut selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan serta pemerataan akses pendidikan tinggi di daerah.

Sinergi Kampus, Pemerintah, dan Rumah Sakit

Dr. Christina juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan universitas, baik Rektor Undana periode 2021–2025 Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., maupun Rektor Undana saat ini Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., yang dinilai konsisten mendorong pengembangan FKKH hingga terealisasinya pembukaan program spesialis.

Selain dukungan internal kampus, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, Rumah Sakit Ben Mboi, serta sejumlah rumah sakit lain yang menjadi mitra pendidikan klinik.

“Pengembangan pendidikan dokter spesialis tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara universitas, pemerintah daerah, dan rumah sakit pendidikan menjadi fondasi utama keberlanjutan program ini,” tegasnya.

Jawaban atas Krisis Dokter Spesialis di NTT

Lebih jauh, Dr. Christina menyoroti masih timpangnya distribusi dokter spesialis di NTT. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat rumah sakit daerah yang belum memiliki dokter spesialis dasar, kondisi yang berdampak langsung pada keterbatasan layanan operasi, anestesi, maupun penanganan persalinan berisiko tinggi.

Menurutnya, kehadiran Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Obstetri dan Ginekologi di Undana diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah.

Ia memastikan bahwa mutu akademik dan kualitas lulusan akan setara dengan standar nasional. Seluruh proses pendirian program studi dilakukan dengan pendampingan fakultas kedokteran pembina, sementara calon dosen spesialis Undana telah melalui tahapan pelatihan dan sertifikasi yang ketat.

“Kami memastikan bahwa lulusan nantinya tidak hanya mengisi kebutuhan tenaga spesialis di daerah, tetapi juga memiliki kompetensi yang sejajar dengan standar nasional,” jelasnya.

Target Penerimaan Mahasiswa

Undana menargetkan penerimaan mahasiswa angkatan pertama untuk kedua program studi spesialis tersebut pada semester genap Tahun Akademik 2026/2027.

Sebelumnya, Rektor Undana Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa pembukaan pendidikan dokter spesialis merupakan wujud komitmen institusi dalam menjawab tantangan sektor kesehatan di NTT. Selama ini, keterbatasan dokter spesialis menjadi kendala utama bagi rumah sakit daerah dalam memberikan pelayanan medis yang optimal.

“Ini adalah jawaban atas kebutuhan riil masyarakat NTT. Kami ingin memastikan layanan kesehatan, termasuk tindakan operasi dan perawatan intensif, tidak lagi terhambat oleh minimnya tenaga ahli. Undana hadir sebagai bagian dari solusi,” ujar Prof. Jefri Bale. red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan