“Undana dipercaya menjadi satu-satunya institusi yang mengirimkan delegasi untuk program internasional ini. Seluruh pembiayaan difasilitasi oleh Direktorat Panas Bumi, sehingga ini menjadi peluang strategis sekaligus kehormatan bagi kami,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Sementara itu, Dekan FST Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, menilai bahwa pengiriman dosen ke program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat kompetensi akademik sebagai bagian dari rencana pembukaan Program Studi Teknik Geologi. Program studi tersebut direncanakan menjadi pusat pengembangan ilmu kebumian yang berfokus pada potensi wilayah timur Indonesia.
“Kami menargetkan setelah program ini selesai, proses pembukaan Prodi Teknik Geologi dapat dipercepat. Nusa Tenggara Timur memiliki potensi geothermal yang besar dan membutuhkan dukungan tenaga ahli yang mumpuni,” jelasnya.
Adept Titu Eki sendiri mengungkapkan bahwa pengalaman belajar di University of Auckland akan dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya energi di daerah, khususnya potensi panas bumi di Pulau Flores yang dikenal memiliki cadangan signifikan.
Menurutnya, penguasaan teknologi geothermal menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan kemandirian energi di masa depan, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda daerah untuk berkontribusi di sektor strategis tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















