Dana daerah tersebut digunakan untuk mendukung penambahan ruang kelas dan penataan lingkungan sekolah. Christian merinci, pembangunan melalui APBN mencakup 12 ruang kelas, kemudian pemerintah kota menambahkan lima ruang kelas sehingga jumlahnya menjadi 17 ruang kelas.
“APBD kita terbatas, sehingga sinergi dengan pemerintah pusat sangat penting agar hasil pembangunan bisa maksimal,” tegasnya.
Bagi pemerintah kota, pola pembiayaan bersama tersebut menjadi salah satu cara untuk memperluas manfaat bantuan pusat. Dukungan APBD diharapkan dapat menyesuaikan pembangunan dengan kebutuhan aktual sekolah, termasuk kapasitas ruang belajar dan lingkungan pendukungnya.
Meski demikian, masih adanya puluhan proposal yang belum memperoleh kepastian menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur pendidikan di Kota Kupang belum seluruhnya tertangani. Pemerintah kota berharap proses penyaluran bantuan berikutnya dapat menjangkau lebih banyak sekolah yang memerlukan perbaikan.
“Dari 34 proposal yang kami ajukan, saat ini baru 4 yang terjawab. Namun ini baru tahap awal. Kami optimis pada tahap berikutnya akan ada tambahan bantuan,” pungkas Christian.
Kunjungan tersebut turut dihadiri anggota DPR RI Anita Jacoba Gah, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, serta jajaran pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
