Pada aspek konektivitas transportasi, kerja sama diarahkan pada integrasi sistem transportasi laut, penyeberangan, dan udara guna meningkatkan kelancaran mobilitas orang dan distribusi barang antarpulau. Inisiatif ini juga membuka peluang pengembangan rute-rute baru, termasuk pemanfaatan moda seaplane untuk menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini relatif terisolasi.
Di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, ketiga provinsi sepakat membangun ekosistem pariwisata terpadu. Bali diposisikan tidak hanya sebagai destinasi akhir, melainkan sebagai gerbang yang mengalirkan wisatawan ke NTB dan NTT melalui penguatan promosi bersama, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penyelarasan standar layanan pariwisata berkelas internasional.
Sementara itu, kerja sama di bidang energi terbarukan difokuskan pada upaya mewujudkan ketahanan energi kawasan. Langkah awal dilakukan melalui penyusunan studi kelayakan dan peta jalan pemanfaatan potensi energi surya, angin, dan air secara berkelanjutan dan terintegrasi.
Pada sektor perdagangan dan ekspor, Bali disepakati sebagai simpul ekspor regional. Produk-produk unggulan dari NTB dan NTT, terutama hasil pertanian, peternakan, dan kerajinan, akan didorong memasuki pasar yang lebih luas melalui skema promosi bersama, transparansi akses pasar, serta penguatan jalur distribusi antarpulau.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
