Secara bertahap, warga mulai merasakan perubahan setelah dilakukan perbaikan. Akses menuju pasar menjadi lebih lancar, perjalanan ke fasilitas kesehatan lebih mudah, dan aktivitas pendidikan berlangsung lebih stabil.
Heskial menambahkan, masyarakat memaknai bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap wilayah yang berada jauh dari pusat kota. Ia menegaskan, warga tidak memiliki balasan materi atas bantuan itu selain doa dan dukungan moral.
“Kami hanya bisa mendoakan agar setiap kebaikan yang diberikan mendapat balasan yang setimpal,” katanya.
Pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya akses jalan, selama ini menjadi salah satu tantangan di Kabupaten Kupang. Kondisi geografis dan keterbatasan anggaran kerap memperlambat percepatan pembangunan.
Bagi warga Oelbiteno, perbaikan jalan di Dusun Dua Kofi bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya membuka kembali akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi. Mereka berharap perhatian terhadap infrastruktur dasar di desa-desa terpencil dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
(red)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
