Paulus memaparkan bahwa TAPAK SIKKA disusun dalam tiga tahapan pelaksanaan. Pada tahap jangka pendek, kegiatan difokuskan pada penyusunan kajian optimalisasi aset daerah, penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, serta penyusunan Surat Edaran Bupati terkait tata kelola kerja sama pemanfaatan aset.
Tahap jangka menengah mencakup peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan manajemen aset, revisi Peraturan Bupati tentang Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), serta sosialisasi modul pemanfaatan aset dan pengenalan dashboard TAPAK SIKKA.
Sementara itu, pada tahap jangka panjang, program diarahkan pada integrasi dashboard TAPAK SIKKA dengan sistem elektronik BMD (e-BMD), pelaksanaan monitoring dan evaluasi pemanfaatan aset secara berkala, serta pengembangan sistem pengelolaan aset yang berkelanjutan sesuai kebutuhan daerah.
Dalam forum tersebut, TAPAK SIKKA juga diperkenalkan sebagai bagian dari upaya pembaruan tata kelola kelembagaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka. Program ini diharapkan mampu mendorong perubahan paradigma pengelolaan aset, dari sekadar fungsi administrasi menjadi instrumen strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
