“Kita terus berupaya mencari solusi melalui berbagai jalur, termasuk dukungan kementerian dan kolaborasi dengan mitra pembangunan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yosef Lede menegaskan bahwa status Kabupaten Kupang sebagai wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus mendorong inovasi kebijakan dan memperluas jaringan kerja sama guna mempercepat pembangunan.
Ia juga berharap keterlibatan Habitat for Humanity Indonesia tidak berhenti pada program ini, melainkan dapat berlanjut secara berkesinambungan sehingga menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, Bupati mengimbau pemerintah kecamatan dan desa untuk berperan aktif dalam mendukung implementasi program di lapangan. Kepada masyarakat penerima manfaat, ia berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik.
Pada kesempatan yang sama, Senior Manager Operation Habitat for Humanity Indonesia, Rudy Nadapdap, menjelaskan bahwa program yang dijalankan organisasinya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara komprehensif.
Dalam tahap ini, Habitat menargetkan pembangunan dan renovasi sebanyak 70 unit rumah dengan dukungan pendanaan dari Arthawena Sakti dan PNG. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dalam kurun waktu sembilan bulan ke depan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
