Johni Asadoma menilai inisiatif tersebut melampaui fungsi pertanian semata. Menurutnya, kebun di lingkungan lapas menghadirkan dua manfaat sekaligus: mendukung ketahanan pangan daerah dan menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar lebih mandiri setelah menyelesaikan masa hukuman.
Ia juga mendorong agar setiap jengkal lahan kosong di dalam kompleks lapas dapat terus dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan apresiasi atas kerja nyata dan inovasi ini. Lahan yang dulu kosong kini memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial. Ini patut dikembangkan,” ujar Johni.
Sementara itu, Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan kebun hortikultura tersebut merupakan bagian dari upaya membangun lapas yang lebih terbuka terhadap kontribusi sosial dan ekonomi. Kunjungan Wakil Gubernur, menurutnya, menjadi dorongan moral bagi warga binaan untuk terus bekerja dan berinovasi.
Semangat serupa diungkapkan Yus, salah satu warga binaan yang terlibat langsung dalam pengelolaan kebun. Ia menyatakan kesiapan rekan-rekannya untuk mengolah seluruh lahan kosong yang masih tersedia di area lapas—pernyataan yang disambut antusias oleh sesama warga binaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
