Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dukung Pendidikan Vokasi, Gubernur NTT Panen Cabai di TTU

Avatar photo
vokasi

ID, TTU – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, hadir di SMKS Katolik ST. Pius X Insana, Timor Tengah Utara (TTU), Senin (30/3/2026), untuk melakukan panen cabai bersama siswa, guru, dan Romo Kepala Sekolah. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan pemerintah provinsi terhadap pendidikan vokasi yang mengintegrasikan moral, karakter, dan keterampilan praktis.

Panen cabai berlangsung meriah di halaman sekolah di Jalan Goa Bitaoni dengan tema “SMK Bisa, SMK Hebat, Vokasi Kuat, Menguatkan Indonesia”, diikuti seluruh siswa berasrama dan guru. Gubernur Melki menekankan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga pengalaman langsung yang mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Anak-anak didik di sini tidak hanya memperoleh ilmu, tapi juga pengalaman langsung dalam pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil pertanian. Lulusan dari sini siap bekerja sebagai PNS, di sektor swasta, atau bahkan membuka lapangan kerja sendiri. Ini yang membuat saya selalu bangga setiap kali berkunjung,” kata Gubernur Melki.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap penerapan konsep One School One Product, Gubernur membeli produk hasil panen siswa, termasuk sambal cabai senilai Rp 850.000 dan cabai mentah senilai Rp 400.000. Langkah ini sekaligus mendorong siswa untuk memanfaatkan hasil pertanian sebagai produk unggulan sekolah.

Kepala Sekolah, Romo Diki Mau Leto, menjelaskan bahwa SMKS Katolik ST. Pius X Insana memiliki enam program keahlian: peternakan unggas, agribisnis ruminansia, teknik agritik, teknologi pengolahan hasil pertanian, desain dan produksi busana, serta teknik sepeda motor. Tahun ajaran ini, jurusan teknik sepeda motor menambah satu kelas baru untuk memenuhi minat siswa.

Sekolah berasrama ini saat ini didukung oleh 40 tenaga kependidikan, termasuk empat imam senior, untuk membimbing siswa dalam pengembangan karakter dan keterampilan praktis. Menurut Romo Diki, kegiatan panen cabai juga menjadi sarana pembelajaran langsung, mengajarkan kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberi pengalaman praktis bagi siswa, tetapi juga memperkuat kontribusi pendidikan vokasi terhadap pembangunan daerah dan perekonomian lokal. Pemerintah provinsi menekankan komitmennya untuk terus mendukung SMK yang menghasilkan lulusan siap pakai, mandiri, dan berintegritas tinggi.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan