Gubernur Melki juga mendorong desa, komunitas, serta lembaga pendidikan untuk mengembangkan produk unggulan masing-masing agar dapat dipasarkan melalui jaringan NTT Mart yang terus diperluas.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menguraikan empat tantangan utama yang masih dihadapi UMKM di NTT, yakni akses permodalan, pendampingan usaha, literasi keuangan, dan keterbatasan pasar.
“Perbankan harus hadir membantu UMKM melalui skema KUR dan pendampingan usaha. Literasi keuangan masyarakat juga masih perlu diperkuat. Sementara untuk akses pasar, NTT Mart adalah bentuk keberpihakan nyata pemerintah,” jelasnya.
Ia bahkan mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi bagian dari ekosistem tersebut dengan berbelanja produk lokal melalui NTT Mart.
“Kalau produksinya sudah tersedia dan berkelanjutan, ASN kita dorong untuk berbelanja di NTT Mart. Minimal Rp100 ribu per bulan. Yang dibeli juga kebutuhan rumah tangga kita sendiri,” kata Gubernur.
Sementara itu, Bupati Manggarai Heribertus G.L. Nabit menyampaikan apresiasi atas kehadiran NTT Mart di wilayahnya. Ia berharap masyarakat Manggarai tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen yang mampu memasarkan produk lokal ke daerah lain melalui jaringan NTT Mart.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















