Sementara itu, Ketua MUI Kota Kupang, Muhammad MS., menilai pesan yang disampaikan Wali Kota memiliki relevansi kuat dalam konteks penguatan persatuan. Ia menekankan bahwa keberanian untuk saling memaafkan merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial. Ia juga menggarisbawahi pentingnya semangat kolektivitas, dengan mengutip prinsip bahwa perjalanan panjang dalam membangun masyarakat yang kuat hanya dapat dicapai melalui kebersamaan.
Pandangan serupa disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Antonius Nggaa Rua, yang melihat Halal Bihalal sebagai ruang spiritual yang memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk membuka diri, memperbaiki hubungan, serta mempererat ikatan kemanusiaan. Ia turut mengapresiasi peran aktif Pemerintah Kota Kupang dalam membangun kehidupan keagamaan yang inklusif dan harmonis melalui berbagai program, termasuk safari Ramadan dan kegiatan lintas umat beragama.
Sebagai bagian dari implementasi nilai kepedulian sosial, kegiatan Halal Bihalal tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada sejumlah masjid dan yayasan. Inisiatif ini dipandang sebagai manifestasi konkret dari komitmen bersama dalam mendukung aktivitas keagamaan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Kota Kupang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
