Jambore Anak Klasis Kupang Libatkan 298 Anak, Serena Francis Dukung Pembinaan Karakter dan Spiritualitas

jambore

ID, KUPANG – Sebanyak 298 anak dari 48 gereja direncanakan mengikuti Jambore Anak Klasis Kota Kupang Tahun 2026 yang mengedepankan pembinaan spiritualitas, penguatan karakter, dan keterampilan sosial. Berbeda dari kegiatan perkemahan pada umumnya, peserta akan tinggal di rumah-rumah warga agar dapat belajar berinteraksi dan membangun kepedulian terhadap lingkungan secara langsung.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., saat menerima audiensi Tim Klasis Kota Kupang di ruang kerjanya, Kamis (21/5). Dalam pertemuan itu, panitia memaparkan persiapan jambore yang dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026 di Jemaat Komunitas.

Serena mengapresiasi konsep kegiatan yang dinilai memberi ruang pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, jambore tidak semestinya hanya menjadi ajang berkumpul bagi anak-anak gereja, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kepemimpinan, kepedulian sosial, dan karakter yang positif.

“Ini kegiatan yang sangat baik untuk pendidikan rohani dan pembinaan anak muda. Pemerintah Kota Kupang mendukung langkah Klasis Kota Kupang,” ujar Serena.

Ia menyatakan kesediaannya untuk hadir dan memberikan motivasi kepada para peserta, dengan menyesuaikan agenda pemerintahan. Serena juga meminta panitia menyampaikan kebutuhan dukungan secara tertulis, termasuk fasilitas dan konsumsi, agar dapat dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah terkait.

Bagi Pemerintah Kota Kupang, kegiatan pembinaan anak menjadi salah satu ruang untuk mendukung pertumbuhan generasi muda secara menyeluruh. Selain penguatan iman, anak-anak perlu memperoleh pengalaman yang membentuk kemandirian, kemampuan berkomunikasi, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.

Tinggal bersama warga, belajar hidup bermasyarakat

Panitia menjelaskan, jambore akan melibatkan 48 gereja, dengan setiap gereja mengutus lima anak dan satu pendamping. Berdasarkan perhitungan tersebut, jumlah peserta anak diperkirakan mencapai 240 orang apabila seluruh gereja mengirimkan lima anak sesuai kuota yang disebutkan. Sementara itu, panitia menyampaikan estimasi keseluruhan sekitar 298 anak.

Salah satu ciri utama jambore ini adalah rencana menempatkan anak-anak di rumah warga selama kegiatan berlangsung. Pola tersebut diharapkan memberi pengalaman langsung tentang kehidupan bermasyarakat, mulai dari membangun komunikasi, menghargai kebiasaan keluarga yang menjadi tuan rumah, menjaga kebersihan, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Selama tiga hari kegiatan, peserta dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda, termasuk pembukaan, kelas pengajaran, lokakarya kesehatan reproduksi dan lingkungan, serta kelas pengembangan minat dan bakat.

Bidang yang disiapkan mencakup musik, tari, berbicara di depan umum (public speaking), kreativitas digital, fotografi, dan pentas seni ant jemaat. Panitia juga merancang kelas khusus bagi para pendamping, dengan materi penanganan anak yang menghadapi masalah serta penguatan peran dalam pelayanan anak.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta, tetapi juga membantu mereka mengenali potensi diri dan mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam audiensi itu, Tim Klasis Kota Kupang turut diwakili David Natun, M.Pd., dari Majelis Harian Klasis Kota Kupang; Pdt. Evelien Lewaherilla, M.Th.; Pdt. Victori P.C. Henukh, S.Th., selaku KMJ GMIT Pohonitas; Jemris Allung dari UPP PART Klasis Kota Kupang; serta Ketua Tim Pelaksana Jambore PART Klasis Kota Kupang, Rexsmith P.G. Djara Wadu, S.H. Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Kupang, Ivan Lenny Mila Meha, S.STP., M.M.

Panitia berharap dukungan pemerintah dapat menambah semangat anak-anak untuk mengembangkan cita-cita dan keyakinan terhadap kemampuan diri. Jambore ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama yang mempertemukan pendidikan rohani, pengembangan keterampilan, dan pengalaman hidup bermasyarakat.

Audiensi ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan koordinasi teknis antara panitia dan Pemerintah Kota Kupang menjelang pelaksanaan kegiatan. red/pkp

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version