Serena mengingatkan bahwa Kota Kupang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, agama, budaya, dan golongan yang beragam. Karena itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan membangun relasi sosial yang harmonis, menghargai perbedaan, serta menjaga kehidupan bersama.
“Kota Kupang adalah rumah bagi kita semua yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan golongan. Dalam keberagaman tersebut, kita terus membangun kehidupan yang rukun, damai, dan saling menghargai,” tambahnya.
Ia juga meminta para peserta menerapkan nilai Trisatya dan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, perlu tercermin dalam perilaku, kepedulian terhadap sesama, serta kesanggupan beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan pijakan moral dan sosial.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial, anggota Pramuka diharapkan tumbuh sebagai generasi yang adaptif, inovatif, produktif, dan memiliki tanggung jawab terhadap lingkungannya.
Fatubena Disiapkan sebagai Pusat Kepramukaan
Dalam kesempatan itu, Serena menyoroti keberadaan Bumi Perkemahan Fatubena sebagai aset Pemerintah Kota Kupang yang diarahkan menjadi pusat kegiatan kepramukaan. Kawasan seluas sekitar enam hektare tersebut dibagi menjadi tiga hektare untuk area perkemahan dan tiga hektare untuk kawasan konservasi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
