Bagi Wali Kota, Jambore bukan sekadar agenda organisasi kepanduan. Kegiatan tersebut merupakan ruang pembelajaran yang dapat membentuk mental generasi muda.
Christian mengingatkan peserta agar pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Jambore tidak berhenti ketika mereka meninggalkan lokasi kegiatan.
“Pulang dari sana mungkin kalian lebih lelah. Ada yang mungkin kurang sehat. Tetapi saya yakin hati kalian menjadi lebih kuat, mental lebih tangguh dan pengalaman lebih banyak,” ujarnya.
Ia meminta nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama dan ketangguhan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan selesai hanya di Jambore. Apa yang kalian dapatkan tentang ketangguhan, disiplin dan mental, bawa terus dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Peserta Diminta Jaga Nama Baik Kota Kupang
Christian juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta karena dinilai telah membawa nama Kota Kupang selama berada di luar daerah.
Menurutnya, setiap peserta secara tidak langsung menjadi representasi Kota Kupang. Karena itu, sikap tertib, disiplin dan bertanggung jawab harus terus dijaga.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota mengajak seluruh peserta dan undangan mengenang Ketua Kwarda Gerakan Pramuka NTT, Peter Manuk, yang telah meninggal dunia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














