Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kupang Lampion Street Market 2026 Ditutup, Wali Kota Soroti Peran UMKM dan Harmoni Budaya

Avatar photo
umkm

ID, KUPANG – Wali Kota Christian Widodo menghadiri penutupan kegiatan Kupang Lampion Street Market 2026 yang digelar selama tiga hari di Jalan El-Tari, tepat di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan yang memadukan festival kuliner, budaya, dan hiburan tersebut menarik perhatian masyarakat Kota Kupang dan menjadi salah satu agenda yang meramaikan perayaan budaya Tionghoa di daerah itu.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Acara penutupan turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Abraham Paul Liyanto, serta unsur Forkopimda Kota Kupang.

Sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi juga tampak hadir, di antaranya Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTT Hengky Lianto, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia NTT Bobby Lianto, serta beberapa perwakilan komunitas dan paguyuban di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada PSMTI NTT bersama seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan baik.

Menurutnya, festival seperti Kupang Lampion Street Market tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, terutama bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menilai kehadiran ratusan pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan acara menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang cukup signifikan di tingkat masyarakat.

Christian menegaskan bahwa sektor UMKM memiliki peran sangat penting dalam menopang perekonomian Kota Kupang. Hal ini karena struktur ekonomi kota lebih bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa dibandingkan sumber daya alam.

Karena itu, pemerintah kota berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi para pelaku UMKM agar dapat berkembang dan meningkatkan daya saing usaha mereka.

Ia juga membuka peluang agar kegiatan seperti Kupang Lampion Street Market dapat diselenggarakan lebih sering dalam setahun, tidak hanya bertepatan dengan perayaan Imlek.

Menurutnya, festival serupa bisa digelar pada berbagai momentum lain seperti perayaan Natal maupun festival kuliner daerah, sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain menyoroti aspek ekonomi, Christian juga mengangkat makna simbol Tahun Kuda Api dalam tradisi Tionghoa. Ia menilai filosofi tersebut dapat menjadi inspirasi dalam pembangunan Kota Kupang.

Dalam pandangannya, kuda melambangkan semangat kerja keras dan ketangguhan, sementara api menggambarkan energi, perubahan, serta dorongan menuju kemajuan.

Wali Kota juga menilai tema kegiatan “Harmoni dalam Keberagaman” sangat relevan dengan kehidupan masyarakat di Kupang yang dihuni oleh beragam suku, budaya, dan agama.

Menurutnya, nilai toleransi dan kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut perlu terus dipelihara agar Kota Kupang tetap dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakatnya.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan