ID, Kupang – Konektivitas menjadi kunci utama pembangunan. Tanpa akses transportasi yang memadai, sebuah wilayah akan sulit berkembang dan masyarakatnya terisolasi, baik secara ekonomi, sosial, maupun layanan publik. Kondisi ini menjadi kenyataan bagi wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses.
Titik balik terjadi pada Selasa, 17 Maret 2026. Rute pelayaran Kupang–Naikliu kembali dibuka melalui Pelabuhan Bolok dengan armada KMP Cakalang II. Pembukaan rute ini bukan sekadar seremoni, tetapi jawaban atas kerinduan panjang masyarakat Amfoang, terutama ketika musim hujan membatasi mobilitas.
Selama ini, warga di Amfoang Timur, Amfoang Utara, Amfoang Barat Laut, hingga Amfoang Barat Daya, harus menghadapi kondisi jalan darat yang rusak dan licin saat hujan berkepanjangan sejak November. Akibatnya, transportasi orang dan barang tersendat, harga kebutuhan pokok melonjak, dan akses terhadap layanan kesehatan serta pendidikan terganggu.
Dengan dibukanya kembali rute pelayaran, masyarakat menyambut gembira. Infrastruktur transportasi laut kini menjadi alternatif vital ketika jalur darat tidak dapat dilewati, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial dapat berjalan lebih lancar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















