ID, Kabupaten Kupang – Di sebuah ruang aula yang ditembus semburat matahari tropis pagi itu, panggung yang biasa digunakan untuk liturgi keagamaan berubah fungsi menjadi sesuatu yang lebih ambisius: sebuah peragaan langsung tentang bagaimana seharusnya pendidikan masa depan dijalankan.
Rabu (15/4) di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, bukan sekadar hari raya umat Kristiani. Bagi Elpida International School (EIS), perayaan Paskah tahun 2026 sengaja dikurasi menjadi pertunjukan multi-dimensi. Di sana, koor lagu rohani berbahasa Inggris mengalir berdampingan dengan petikan dawai sasando dan biola. Tarian kontemporer bergantian dengan monolog drama yang sarat makna. Anak-anak — bahkan yang masih sangat belia — tampil di depan umum tanpa kegugupan yang lazim ditemui di acara sekolah kebanyakan.
Di barisan depan, seorang pengambil kebijakan duduk dan menyimak dengan saksama. Dia adalah Aurum Obe Titu Eki, Wakil Bupati Kupang. Kehadirannya, seperti yang kemudian diakuinya, bukanlah sekadar formalitas seremonial. Di tengah kabupaten yang masih bergulat dengan kesenjangan mutu pendidikan, Aurum datang dengan misi mencari sebuah cetak biru.
“Yang saya lihat di sini bukan sekadar pertunjukan,” ujarnya dalam wawancara usai acara. “Ini adalah produk dari sebuah lingkungan. Kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, keberanian berbicara dalam bahasa asing — itu semua tidak lahir secara instan. Itu diajarkan. Itu dibudidayakan.”
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
