Selain itu, Serena Francis menilai peringatan HUT ke-28 GMIT Moria Liliba sebagai indikator perjalanan panjang pelayanan gereja yang sarat dengan dedikasi dan komitmen terhadap umat.
Ia mengapresiasi peran gereja yang dinilai semakin progresif dalam menjawab kebutuhan sosial masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial.
“Gereja memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir sebagai pembawa damai, memperkuat persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur pelayanan gereja, di antaranya Ketua Majelis Jemaat GMIT Moria Liliba Pdt. Elisabeth Radja Gah-Djara, serta sejumlah pendeta dan presbiter yang selama ini berkontribusi dalam pelayanan jemaat.
Dengan mengusung semangat Paskah, perayaan ini diharapkan tidak hanya memperkuat dimensi spiritual jemaat, tetapi juga memperluas dampak sosial gereja dalam membangun kehidupan masyarakat Kota Kupang yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















