Menurutnya, kelancaran proses lelang menjadi faktor penentu percepatan dimulainya pekerjaan di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah berharap seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, Wali Kota juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang mengalami tekanan akibat pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp204 miliar pada tahun anggaran 2026. Situasi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan pendekatan pembangunan berbasis prioritas.
“Dengan keterbatasan anggaran, pembangunan dilakukan secara bertahap dan selektif. Namun demikian, pemerintah tetap berupaya menghadirkan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen proyek tersebut, Johanis Puu, menjelaskan bahwa desain konstruksi jalan akan menggunakan metode rabat beton. Pilihan ini dinilai lebih adaptif terhadap kondisi lapangan, terutama karena tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas di kawasan tersebut.
“Rabat beton dipilih untuk meningkatkan ketahanan jalan, khususnya terhadap beban mobil tangki air serta potensi genangan yang dapat mempercepat kerusakan,” jelasnya.
Dengan progres pengadaan yang terus berjalan, proyek ini diharapkan segera berlanjut ke tahap konstruksi dan memberikan dampak positif terhadap konektivitas serta aktivitas masyarakat di sekitar kawasan GOR Oepoi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















