ID, Kota Kupang – Proyek peningkatan infrastruktur jalan di depan kawasan GOR Oepoi dipastikan segera memasuki tahap pelaksanaan setelah melalui proses pengadaan yang saat ini masih berlangsung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Kupang bersama DPRD pada tahun anggaran 2026 dengan nilai pagu mencapai Rp5,7 miliar.
Proses lelang proyek tersebut tengah ditangani oleh Pokja pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Kupang, dengan mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku. Tahapan pengadaan dilaksanakan dalam kurun waktu 21 hari, yang mencakup evaluasi hingga penetapan pemenang tender.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Robert Nicolas Tade, mengungkapkan bahwa penetapan pemenang dijadwalkan pada 8 April, yang kemudian dilanjutkan dengan masa sanggah hingga 14 April. Apabila tidak terdapat keberatan dari peserta, maka tahapan selanjutnya adalah penandatanganan kontrak kerja antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak penyedia jasa.
“Jika seluruh proses berjalan tanpa sanggahan, maka pertengahan April sudah masuk tahap kontrak,” jelasnya.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan bahwa proyek tersebut akan segera direalisasikan mengingat posisinya sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur kota. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan fisik pekerjaan ditargetkan dimulai pada pertengahan April 2026.
Menurutnya, kelancaran proses lelang menjadi faktor penentu percepatan dimulainya pekerjaan di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah berharap seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, Wali Kota juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang mengalami tekanan akibat pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp204 miliar pada tahun anggaran 2026. Situasi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan pendekatan pembangunan berbasis prioritas.
“Dengan keterbatasan anggaran, pembangunan dilakukan secara bertahap dan selektif. Namun demikian, pemerintah tetap berupaya menghadirkan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen proyek tersebut, Johanis Puu, menjelaskan bahwa desain konstruksi jalan akan menggunakan metode rabat beton. Pilihan ini dinilai lebih adaptif terhadap kondisi lapangan, terutama karena tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas di kawasan tersebut.
“Rabat beton dipilih untuk meningkatkan ketahanan jalan, khususnya terhadap beban mobil tangki air serta potensi genangan yang dapat mempercepat kerusakan,” jelasnya.
Dengan progres pengadaan yang terus berjalan, proyek ini diharapkan segera berlanjut ke tahap konstruksi dan memberikan dampak positif terhadap konektivitas serta aktivitas masyarakat di sekitar kawasan GOR Oepoi.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















