ID, Kupang – Pemerintah Kota Kupang kembali menginisiasi sebuah agenda strategis di bidang pendidikan dengan menyelenggarakan Kompetisi Literasi dan Numerasi antar siswa jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai dari tanggal 20 hingga 26 Mei 2026, bertempat di Hotel Sahid T-More Kupang.
Kompetisi yang dibuka secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, S.STp., M.Si, pada 20 Mei 2026 ini merupakan bagian dari upaya akseleratif untuk meningkatkan kapasitas kognitif fundamental peserta didik di wilayah tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana Kompetisi, Reynaldo, S.Pd., GR, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berlangsung secara berkelanjutan selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Menurutnya, kompetisi ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang digagas oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode sebelumnya, Nadiem Makarim, yang berfokus pada penguatan kompetensi literasi dan numerasi.
“Program kementerian pada saat itu menghadirkan Asesmen Nasional sebagai instrumen evaluasi di mana kemampuan siswa dalam menguasai serta meningkatkan literasi dan numerasi menjadi tolok ukur utama,” ungkap Reynaldo.
Lebih lanjut, Reynaldo memaparkan mekanisme pelaksanaan kompetisi tahun ini. Karena keterbatasan kapasitas ruangan, panitia menerapkan sistem pembagian berdasarkan wilayah administratif.
“Saat ini kami menerapkan sistem perankingan langsung dengan pembagian per kecamatan. Setiap kecamatan dialokasikan dalam satu sesi khusus. Mengingat terdapat enam kecamatan di Kota Kupang, maka kompetisi dibagi ke dalam enam sesi yang berlangsung secara bergiliran,” jelasnya.
Setiap sekolah diizinkan mengirimkan enam orang siswa sebagai delegasi. Untuk jenjang SD/MI, peserta diambil dari kelas 5, sedangkan untuk jenjang SMP/MTs, peserta berasal dari kelas 8.

Kompetisi ini memiliki relevansi yang signifikan dengan isu pendidikan berskala nasional. Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA) periode 2014 hingga 2022, posisi Indonesia masih berada pada strata bawah dalam hal kemampuan literasi dan numerasi dibandingkan negara-negara lain.
Oleh karena itu, kompetisi ini dirancang sebagai salah satu bentuk intervensi pedagogis yang merepresentasikan keadilan pendidikan. Tujuannya adalah untuk membangkitkan minat belajar serta memotivasi semangat kompetitif siswa dalam menguasai dua kompetensi dasar tersebut.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia secara bertahap, dimulai dari penguatan fondasi akademik pada tingkat pendidikan dasar dan menengah pertama.
Red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















