Pemkot Kupang Apresiasi Program Perumda Air Minum Kota Kupang

pemkot kupang
oplus_0

“Kami tidak sekadar mengimbau, tetapi meminta agar gerakan ini menjadi perhatian bersama, khususnya di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Air hujan jangan terus dibiarkan mengalir ke laut, tetapi harus dikembalikan ke bumi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa, menjelaskan bahwa Program BERGETAR lahir dari kesadaran internal perusahaan akan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan dan konservasi sumber daya air.

“Selama ini kita fokus mengambil dan mendistribusikan air, tetapi sering lupa pada kewajiban menanam air. Program BERGETAR adalah ikhtiar sederhana untuk mengembalikan air hujan ke dalam perut bumi,” ungkap Isidorus.

Ia memaparkan, dalam kurun waktu sekitar tiga minggu terakhir, sebanyak 81 pegawai Perumda Air Minum Kota Kupang telah terlibat langsung dalam aksi tanam air dengan membangun lebih dari 100 lubang dan sumur resapan, baik di lingkungan perkantoran maupun di area sumber-sumber bor.

“Tujuan utamanya adalah memastikan air hujan tidak terbuang sia-sia ke laut, tetapi terserap ke dalam tanah. Ini merupakan bagian dari strategi konservasi untuk menjaga cadangan air tanah tetap lestari,” jelasnya.

Lebih lanjut, Isidorus menyebutkan bahwa Program BERGETAR tidak hanya bersifat internal, tetapi juga dirancang sebagai gerakan kolektif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari karang taruna, institusi pendidikan, gereja, hingga komunitas sosial lainnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version