ID, KUPANG – Pemerintah Kota Kupang berencana menghidupkan kembali Taman Generasi Penerus (Tagepe) di Kelurahan Kelapa Lima dengan konsep baru yang berorientasi pada pengembangan seni, literasi, pendidikan, dan ekonomi kreatif. Penataan ini diarahkan untuk menjadikan taman tersebut sebagai ruang publik yang aktif, produktif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Gagasan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., saat meninjau Taman Tagepe pada Senin (18/5). Ia hadir bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.
Serena menjelaskan, Pemerintah Kota Kupang ingin mengembangkan taman-taman kota berdasarkan karakter dan potensi masing-masing. Jika Taman Nostalgia diarahkan menjadi pusat aktivitas kuliner dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kawasan Saboak, Tagepe diproyeksikan memiliki identitas sebagai ruang seni dan kreativitas.
“Kalau Taman Nostalgia kita dorong lebih hidup lewat kuliner dan UMKM, maka Tagepe nanti kita ingin lebih menonjolkan kesenian dan ekonomi kreatif,” ujar Serena.
Menurutnya, Taman Tagepe memiliki modal awal yang memadai dari sisi tata letak dan ketersediaan ruang. Tantangan berikutnya adalah menghadirkan aktivitas yang mampu menarik masyarakat untuk datang, berinteraksi, sekaligus mengembangkan potensi mereka.
Konsep yang sedang dipertimbangkan mencakup kegiatan literasi dan pendidikan, pertunjukan teater, paduan suara, musik langsung, hingga pameran seni. Ruang tersebut juga berpeluang dimanfaatkan sebagai galeri lukisan, fotografi, dan sejarah Kota Kupang.
“Tagepe ini sebenarnya layout-nya sudah bagus. Tinggal bagaimana kita menciptakan aktivitas baru yang bisa kita optimalkan di sini,” jelasnya.
Meski demikian, rencana revitalisasi tersebut belum akan diterapkan secara sepihak. Serena menegaskan, pemerintah ingin terlebih dahulu mendengar pandangan warga yang tinggal di sekitar taman agar konsep pengembangan tidak mengabaikan kebutuhan maupun kenyamanan masyarakat setempat.
“Kita masih lihat dulu respon dari masyarakat sekitar. Karena kita mau buat kebijakan itu harus melihat respon masyarakat dulu. Jadi bottom to top. Jangan target dari pemerintah langsung kita hajar ke bawah saja. Kalau masyarakat approve, baru kita implementasikan,” tegasnya.
Pendekatan tersebut menempatkan partisipasi warga sebagai salah satu pertimbangan sebelum rencana dijalankan. Dengan demikian, pengembangan Tagepe tidak hanya bertumpu pada perubahan fisik kawasan, tetapi juga pada kesesuaian fungsi taman dengan aspirasi masyarakat yang akan menggunakannya.
Jika terealisasi, Taman Tagepe diharapkan berkembang menjadi ruang pertemuan bagi komunitas seni, pelajar, pegiat literasi, dan pelaku ekonomi kreatif. Kehadirannya juga dapat memperluas pilihan ruang publik di Kota Kupang, dengan fungsi yang berbeda dari kawasan kuliner Taman Nostalgia. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
