Wali Kota juga menekankan pentingnya pendekatan kebijakan yang berbasis kebutuhan nyata. Ia mengingatkan agar perencanaan program pendidikan tidak dilakukan secara seragam tanpa memahami kondisi masing-masing sekolah.
“Kebijakan pendidikan harus berangkat dari bawah. Kita tidak boleh salah sasaran. Apa yang dibutuhkan sekolah, itulah yang harus kita jawab. Pendekatan bottom-up harus menjadi prinsip,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, dr. Christian Widodo turut menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan pendidikan. Ia meminta agar perhatian pemerintah tidak terpusat pada satu sekolah saja, melainkan juga menjangkau sekolah-sekolah lain di sekitarnya, termasuk SD Inpres Naikoten II, agar tidak terjadi kesenjangan fasilitas dan layanan pendidikan.
Ia pun menginstruksikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang untuk segera melakukan pendataan komprehensif terhadap berbagai kebutuhan yang masih belum terpenuhi, seperti kondisi toilet, kelayakan meja dan kursi belajar, serta kerusakan atap bangunan. Hasil pendataan tersebut diminta untuk segera ditindaklanjuti, termasuk melalui mekanisme perubahan anggaran jika diperlukan.
“Bangunan sekolah yang layak adalah simbol kehadiran negara. Membangun kota tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut kualitas manusia yang kita hasilkan melalui pendidikan dan kesehatan,” tambahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















