ID, Kupang – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam menjamin akses pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh warga. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Syukuran Rehabilitasi Sekolah yang dirangkaikan dengan Pentas Seni dan Gelar Karya Siswa UPTD SD Inpres Naikoten I, yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan apresiasi terhadap kreativitas peserta didik.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi penanda selesainya perbaikan sarana sekolah, tetapi juga dimaknai sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak boleh dipersempit pada aspek fisik semata. Menurutnya, rehabilitasi sekolah merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter, berdaya saing, dan berintegritas.
“Sekolah adalah ruang tumbuh anak-anak kita. Di sinilah nilai, karakter, dan harapan masa depan dibangun. Karena itu, membenahi sekolah berarti membenahi masa depan Kota Kupang,” ujar Wali Kota.
Ia menjelaskan bahwa penetapan sekolah penerima bantuan rehabilitasi dilakukan melalui proses dialog dan pemetaan kebutuhan riil di lapangan. SD Inpres Naikoten I, kata dia, termasuk sekolah yang dinilai membutuhkan perhatian khusus dan direkomendasikan melalui masukan dari Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja, yang memiliki kedekatan historis dengan wilayah tersebut.
Wali Kota juga menekankan pentingnya pendekatan kebijakan yang berbasis kebutuhan nyata. Ia mengingatkan agar perencanaan program pendidikan tidak dilakukan secara seragam tanpa memahami kondisi masing-masing sekolah.
“Kebijakan pendidikan harus berangkat dari bawah. Kita tidak boleh salah sasaran. Apa yang dibutuhkan sekolah, itulah yang harus kita jawab. Pendekatan bottom-up harus menjadi prinsip,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, dr. Christian Widodo turut menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan pendidikan. Ia meminta agar perhatian pemerintah tidak terpusat pada satu sekolah saja, melainkan juga menjangkau sekolah-sekolah lain di sekitarnya, termasuk SD Inpres Naikoten II, agar tidak terjadi kesenjangan fasilitas dan layanan pendidikan.
Ia pun menginstruksikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang untuk segera melakukan pendataan komprehensif terhadap berbagai kebutuhan yang masih belum terpenuhi, seperti kondisi toilet, kelayakan meja dan kursi belajar, serta kerusakan atap bangunan. Hasil pendataan tersebut diminta untuk segera ditindaklanjuti, termasuk melalui mekanisme perubahan anggaran jika diperlukan.
“Bangunan sekolah yang layak adalah simbol kehadiran negara. Membangun kota tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut kualitas manusia yang kita hasilkan melalui pendidikan dan kesehatan,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, camat dan lurah setempat, koordinator pengawas, kepala sekolah, para guru, komite sekolah, orang tua siswa, serta siswa-siswi SD Inpres Naikoten I.
Melalui rangkaian acara syukuran rehabilitasi sekolah yang dikolaborasikan dengan pentas seni dan pameran karya siswa, Pemerintah Kota Kupang berharap ekosistem pendidikan yang inklusif, kreatif, dan berakar pada nilai budaya lokal dapat terus tumbuh, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dan berdaya saing. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















