ID, Bogor – Puluhan sopir angkutan kota menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Bogor, Kamis (22/1/2026), guna menyampaikan keberatan atas kebijakan pelarangan operasional angkot tua. Kebijakan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap penghasilan dan keberlangsungan ekonomi para pengemudi.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu diikuti sekitar 1.000 sopir dengan melibatkan lebih dari 100 unit angkot. Para pengemudi menyuarakan kekhawatiran akan hilangnya mata pencaharian apabila kebijakan tersebut diterapkan tanpa solusi yang jelas.
Para demonstran berharap Pemerintah Kota Bogor dapat menghadirkan kebijakan alternatif yang memungkinkan mereka tetap bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Perwakilan pengemudi KSU 06, Medi, menyampaikan keresahan para sopir yang merasa belum mendapatkan kejelasan terkait langkah pemerintah ke depan.
“Kami ingin mendengar langsung kebijakan Wali Kota seperti apa dan bagaimana solusinya, karena kami punya keluarga, punya anak dan istri. Kalau tidak boleh beroperasi, kami harus makan dari mana,” ujarnya.
Hingga siang hari, massa aksi masih bertahan di lokasi dan menunggu tanggapan langsung dari Wali Kota Bogor terkait tuntutan yang disampaikan.
Sementara itu, jalannya aksi berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Arus lalu lintas di sekitar Balai Kota Bogor terpantau tetap lancar setelah polisi melakukan pengaturan kendaraan selama aksi berlangsung. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















