Lebih lanjut, Sekda menekankan bahwa proses pendidikan tidak terbatas pada ruang kelas formal. Ia menggarisbawahi bahwa pembentukan karakter justru banyak dipengaruhi oleh interaksi sosial di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian, keterlibatan keluarga, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor determinan dalam membentuk kepribadian peserta didik.
“Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Yang lebih esensial adalah bagaimana membentuk karakter anak melalui interaksi sosial yang sehat di lingkungan mereka,” ujarnya.
Ia turut mengungkapkan bahwa pengalaman pembelajaran nonformal, seperti keterlibatan dalam organisasi dan aktivitas sosial, memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter individu. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa pendidikan bersifat holistik dan tidak terbatas pada sistem formal semata.
Dalam konteks yang lebih luas, Sekda juga menyoroti dinamika tantangan pendidikan di era modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi. Ia mengingatkan bahwa kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan kemampuan literasi kritis serta penguatan nilai-nilai moral agar generasi muda tidak terjebak dalam pengaruh negatif.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
