Hingga saat ini, lanjut Sekda, telah terbentuk 38 desa dan kelurahan tangguh bencana yang tersebar di empat kecamatan. Pembentukan tersebut difasilitasi langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) mitra.
“Kondisi ini menunjukkan adanya harapan dan optimisme bahwa FPRB dapat berkontribusi secara maksimal dalam memperkuat kapasitas masyarakat serta mengurangi risiko bencana di Kabupaten Kupang,” jelasnya.
Sekda juga menaruh harapan besar agar FPRB dapat berperan aktif dalam menekan indeks risiko bencana daerah. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh mitra pentahelix di Kabupaten Kupang untuk memanfaatkan forum koordinasi ini sebagai ruang evaluasi bersama terhadap berbagai tindak lanjut penanganan kebencanaan yang telah dan sedang dilaksanakan.
“Kendala dan tantangan yang dihadapi perlu dikomunikasikan secara terbuka dan terkoordinasi melalui forum ini, sehingga FPRB benar-benar dapat berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas,” tegasnya.
Ia meyakini, dengan semangat pengurangan risiko dan penanggulangan bencana yang terbangun secara kolektif, rapat koordinasi ini akan melahirkan gagasan, masukan, dan rekomendasi yang konstruktif guna menekan dampak serta risiko bencana di Kabupaten Kupang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















