Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sekda Kupang Resmi Buka Rakor BPBD dan FPRB Kabupaten Kupang Tahun 2026

Avatar photo
sekda

ID, Oelamasi – Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Internal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), organisasi perangkat daerah (OPD), serta mitra terkait Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Kamis (29/1).

Dalam sambutannya, Sekda Mateldius Sanam menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak semata-mata merupakan kewenangan struktural pemerintah, tetapi juga harus dipahami sebagai tanggung jawab sosial dan panggilan kemanusiaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ia menekankan bahwa upaya penanggulangan bencana tidak dapat dibebankan hanya kepada BPBD, melainkan membutuhkan keterlibatan kolektif melalui mekanisme diskusi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor agar penanganan bencana dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antarlembaga dan para pemangku kepentingan menjadi kunci agar upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons bencana dapat dilaksanakan secara optimal,” ujar Mateldius Sanam.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan penanggulangan bencana berbasis komunitas menjadi salah satu strategi utama yang saat ini terus diperkuat di Kabupaten Kupang. Strategi tersebut diwujudkan melalui pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sebagai wadah kolaborasi multi pihak.

Hingga saat ini, lanjut Sekda, telah terbentuk 38 desa dan kelurahan tangguh bencana yang tersebar di empat kecamatan. Pembentukan tersebut difasilitasi langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) mitra.

“Kondisi ini menunjukkan adanya harapan dan optimisme bahwa FPRB dapat berkontribusi secara maksimal dalam memperkuat kapasitas masyarakat serta mengurangi risiko bencana di Kabupaten Kupang,” jelasnya.

Sekda juga menaruh harapan besar agar FPRB dapat berperan aktif dalam menekan indeks risiko bencana daerah. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh mitra pentahelix di Kabupaten Kupang untuk memanfaatkan forum koordinasi ini sebagai ruang evaluasi bersama terhadap berbagai tindak lanjut penanganan kebencanaan yang telah dan sedang dilaksanakan.

“Kendala dan tantangan yang dihadapi perlu dikomunikasikan secara terbuka dan terkoordinasi melalui forum ini, sehingga FPRB benar-benar dapat berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas,” tegasnya.

Ia meyakini, dengan semangat pengurangan risiko dan penanggulangan bencana yang terbangun secara kolektif, rapat koordinasi ini akan melahirkan gagasan, masukan, dan rekomendasi yang konstruktif guna menekan dampak serta risiko bencana di Kabupaten Kupang.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Asisten I Sekda Kabupaten Kupang, Guntur Subu Taopan, Kepala BPBD Kabupaten Kupang, Nofliato Amtiran, Ketua FPRB Kabupaten Kupang, Elvrid Saneh, serta perwakilan OPD dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat. red

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan