Lebih lanjut, Wali Kota mengajak para diakon untuk membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan umat dan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa hakikat kepemimpinan, baik dalam Gereja maupun dalam pemerintahan, bukan terletak pada jabatan yang dimiliki, melainkan pada kesediaan untuk melayani.
“Proficiat kepada para diakon yang hari ini menerima rahmat tahbisan. Tahbisan ini bukan tanda bahwa kita telah sampai pada tujuan, tetapi merupakan awal dari sebuah perjalanan panjang untuk menghadirkan kasih Tuhan di tengah dunia. Menjadi diakon, menjadi pemimpin, ataupun pejabat publik bukan soal seberapa tinggi jabatan yang dimiliki, melainkan seberapa dalam kita mau terjun melayani sesama,” tuturnya.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR., menyampaikan rasa syukur atas tahbisan 30 diakon baru yang menjadi anugerah besar bagi Gereja Katolik, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Ia mengungkapkan bahwa banyaknya panggilan imamat dan hidup membiara di NTT merupakan berkat yang patut disyukuri sekaligus tanggung jawab besar untuk melayani Gereja yang universal. “Di saat banyak wilayah di dunia mengalami kekurangan panggilan, Tuhan tetap menganugerahkan banyak panggilan kepada Gereja di daerah ini. Karena itu kita harus siap untuk diutus melayani umat di mana pun dibutuhkan,” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
