Menurutnya, mahasiswa sebagai agen perubahan perlu memiliki perspektif pembangunan yang progresif dan mampu berkontribusi melalui inovasi-inovasi yang berbasis potensi lokal. Salah satunya dengan mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan produktif guna memperkuat rantai pasok pangan masyarakat.
“Kita perlu membangun kemandirian pangan berbasis potensi daerah. Mahasiswa harus mampu menjadi katalisator perubahan dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya produktivitas lahan, diversifikasi pangan, dan penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ungkap Yosef Lede.
Ia menambahkan bahwa keterbatasan fiskal daerah tidak boleh menjadi penghambat kreativitas dan inovasi dalam pembangunan. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi pemicu lahirnya berbagai solusi alternatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif dan berkelanjutan.
“Anggaran yang terbatas tidak boleh membatasi daya pikir dan semangat kita untuk terus berinovasi. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk berkolaborasi dan menghadirkan solusi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Asty Laka Lena yang baru dikukuhkan sebagai Ibunda Guru PGRI NTT menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru di NTT yang selama ini telah menjalankan peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, teladan, sekaligus pelindung bagi peserta didik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














