Wali Kota Kupang Kukuhkan Pengurus PERKEMI 2026–2030, Dorong Kempo Jadi Pilar Pembentukan Karakter Generasi Muda

kempo
pkp

ID, KOTA KUPANG – Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui sektor olahraga. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan dukungan terhadap pengembangan olahraga bela diri Shorinji Kempo yang dinilai tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter generasi muda.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat mengukuhkan Pengurus Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Kota Kupang masa bakti 2026–2030 sekaligus menutup Kejuaraan Shorinji Kempo Piala Wali Kota Kupang Tahun 2026 di GOR Flobamora.

Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari tersebut mempertemukan para kenshi dari berbagai dojo di Nusa Tenggara Timur dalam ajang kompetisi sekaligus pembinaan atlet. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang mempererat solidaritas antardojo sekaligus mengukur hasil pembinaan yang selama ini dilakukan di masing-masing daerah.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menilai olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas manusia yang disiplin, berintegritas, dan memiliki daya juang tinggi. Menurutnya, investasi terbaik sebuah daerah bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan pembangunan karakter masyarakatnya.

“Olahraga seperti Shorinji Kempo mengajarkan nilai disiplin, tanggung jawab, penghormatan kepada sesama, serta kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai inilah yang dibutuhkan untuk membangun generasi masa depan,” ujarnya.

Ia mengingatkan para atlet bahwa tantangan terbesar dalam perjalanan meraih prestasi bukan berasal dari lawan di arena pertandingan, melainkan dari kemampuan mengalahkan rasa malas, keraguan, dan keterbatasan diri sendiri.

Karena itu, para kenshi didorong untuk menjadikan disiplin sebagai kebiasaan yang terus dipelihara dalam proses latihan maupun kehidupan sehari-hari. Menurutnya, konsistensi akan selalu menjadi fondasi utama lahirnya prestasi yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak kepengurusan PERKEMI Kota Kupang yang baru agar menjalankan organisasi secara profesional serta mampu memperluas sistem pembinaan atlet sejak usia dini.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, akan terus membuka ruang kolaborasi bagi seluruh cabang olahraga yang memiliki komitmen membangun kualitas generasi muda. Salah satu bentuk dukungan nyata diwujudkan melalui alokasi anggaran sebesar Rp100 juta untuk pelaksanaan Kejuaraan Shorinji Kempo Piala Wali Kota Kupang Tahun 2026.

Menurut Christian, keberadaan puluhan dojo yang tersebar di Kota Kupang merupakan modal penting untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing pada level nasional bahkan internasional.

Ketua Umum PERKEMI Provinsi NTT, George M. Hadjoh, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Kupang terhadap perkembangan olahraga Kempo. Ia menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet sekaligus mempersiapkan kekuatan NTT menghadapi berbagai kejuaraan nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Ia optimistis Kota Kupang akan tetap menjadi salah satu daerah penyumbang atlet berprestasi bagi Nusa Tenggara Timur apabila pola pembinaan yang ada terus diperkuat secara berkesinambungan.

Sementara itu, Ketua PERKEMI Kota Kupang yang baru dikukuhkan, Jeffry Edward Pelt, menegaskan komitmennya memperluas pembinaan melalui pengembangan dojo di lingkungan sekolah serta peningkatan pembinaan atlet usia dini.

Menurutnya, kepengurusan baru akan memfokuskan perhatian pada pembinaan yang lebih sistematis sehingga regenerasi atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami ingin Kempo semakin dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Semakin banyak dojo yang terbentuk, semakin besar pula peluang melahirkan atlet-atlet berprestasi bagi Kota Kupang dan NTT,” katanya.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan piala kepada para juara Kejuaraan Shorinji Kempo Piala Wali Kota Kupang Tahun 2026. Penutupan kejuaraan sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelatih, serta masyarakat dalam membangun ekosistem olahraga yang mampu mencetak prestasi sekaligus membentuk generasi yang tangguh, disiplin, dan berkarakter.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version