ID, Kota Kupang – Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kohesi sosial dan mempererat persatuan masyarakat multikultural melalui sinergi bersama berbagai paguyuban etnis. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat melantik Pengurus Perkumpulan Kerukunan Keluarga Madura Flobamora (KKMF) Kota Kupang Periode 2026–2031 di Restoran Celebes, Senin (6/7).
Pelantikan kepengurusan baru tersebut tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga merepresentasikan penguatan kemitraan strategis antara Pemerintah Kota Kupang dengan komunitas etnis dalam mendukung pembangunan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.
Acara tersebut dihadiri para sesepuh dan Dewan Pembina KKMF, Ketua dan Badan Pengurus KKMF Periode 2023–2026, jajaran Pengurus KKMF Periode 2026–2031, para ketua paguyuban etnis di Kota Kupang, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Provinsi NTT, Kiai Umar Samsudin Nduru, S.H., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Moldi Hosea Pelokila, S.Sos., M.MA., serta unsur Pemerintah Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo mengaku sengaja menghadiri pelantikan tersebut meskipun baru kembali dari Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan. Kehadirannya merupakan bentuk penghormatan sekaligus apresiasi terhadap kontribusi masyarakat Madura dalam perjalanan pembangunan Kota Kupang.
“Saya harus hadir malam ini sebagai bentuk cinta dan penghargaan kepada keluarga besar Madura di Kota Kupang. Terima kasih atas kontribusi yang selama ini telah diberikan bagi kemajuan Kota Kupang,” ungkapnya.
Christian menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan keluarga besar KKMF dalam menyukseskan pelantikan menjadi contoh konkret implementasi kolaborasi sosial yang patut diapresiasi. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan, tetapi juga oleh tingginya partisipasi seluruh anggotanya.
“Orang bisa berbicara tentang kolaborasi, tetapi keluarga besar Madura membuktikannya. Gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam membangun Kota Kupang,” katanya.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa keberagaman etnis merupakan modal sosial yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah. Identitas budaya, menurutnya, tidak seharusnya menjadi sekat pemisah, melainkan menjadi sumber kekuatan kolektif yang memperkaya kehidupan masyarakat.
“Menjadi orang Madura sekaligus menjadi warga Kota Kupang bukan dua identitas yang bertentangan, tetapi saling menguatkan. Harmoni bukan berarti kita harus sama, melainkan mampu hidup berdampingan dalam keseimbangan, saling menghormati, dan saling mendukung,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan Kota Kupang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan pada pembangunan karakter masyarakat, penguatan toleransi, serta terciptanya kehidupan sosial yang kondusif. Karena itu, Pemerintah Kota Kupang membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh paguyuban etnis untuk berpartisipasi dalam berbagai program pembangunan.
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan seluruh paguyuban yang ada di Kota Kupang. Mari kita bersama-sama membangun kota ini sebagai rumah yang aman, nyaman, harmonis, dan membanggakan bagi semua,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, Christian juga mendorong pengurus KKMF agar terus menyempurnakan legalitas organisasi. Menurutnya, aspek administratif yang kuat akan memperluas peluang organisasi untuk bermitra secara formal dengan pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program-program kemasyarakatan.
Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Madura Flobamora Kota Kupang Periode 2026–2031, Sahri, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut. Ia berkomitmen menjalankan amanah kepengurusan secara profesional, transparan, dan mengedepankan kepentingan seluruh anggota.
Menurut Sahri, KKMF siap memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Kupang melalui berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta menjaga kerukunan dan persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang, berkontribusi dalam pembangunan daerah, serta menjaga persatuan dan kebersamaan. Mari kita melangkah dengan semangat baru demi kemajuan Kerukunan Keluarga Madura Flobamora dan Kota Kupang,” ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian acara, Pengurus KKMF Kota Kupang Periode 2026–2031 menyerahkan sebuah celurit kepada Wali Kota Kupang sebagai bentuk penghormatan. Simbol budaya khas Madura tersebut diberikan langsung oleh Ketua KKMF, Sahri, sebagai representasi persaudaraan, penghargaan terhadap nilai-nilai budaya, sekaligus ungkapan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap eksistensi dan kontribusi keluarga besar Madura dalam pembangunan daerah.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














