Pemkot Kupang Bergerak dari Jalanan ke Rumah Warga, Tangani Pekerja Anak dengan Pendekatan Humanis

pekerja anak

ID, Kota Kupang – Persoalan pekerja anak yang masih mencari nafkah di jalanan kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Kupang. Namun kali ini, pendekatan yang ditempuh tidak berhenti pada operasi penertiban semata. Pemerintah memilih turun langsung menelusuri akar persoalan hingga ke lingkungan keluarga guna memastikan solusi yang diberikan benar-benar menyentuh sumber masalah.

Langkah tersebut terlihat ketika Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, memimpin langsung kegiatan penjangkauan terhadap anak-anak yang masih beraktivitas di sejumlah ruas jalan kota pada akhir pekan lalu.

Kehadiran pimpinan daerah di lapangan bukan sekadar bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah, melainkan upaya membangun model penanganan sosial yang lebih komprehensif. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anak yang ditemukan bekerja di jalan tidak hanya dipandang sebagai objek penertiban, tetapi sebagai individu yang membutuhkan perlindungan dan masa depan yang lebih baik.

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga melakukan penelusuran terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga anak-anak yang terjaring. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar anak turun ke jalan karena tekanan ekonomi rumah tangga yang membuat mereka merasa perlu membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Temuan tersebut memperkuat pandangan bahwa fenomena pekerja anak tidak dapat dipisahkan dari persoalan kemiskinan, keterbatasan akses layanan sosial, serta kerentanan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Wali Kota Kupang menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin sekadar menghilangkan keberadaan anak-anak dari ruang publik tanpa memberikan jalan keluar yang nyata bagi keluarga mereka.

Menurutnya, penyelesaian persoalan sosial harus dilakukan melalui pendekatan yang berorientasi pada akar masalah sehingga intervensi yang dilakukan mampu memberikan dampak jangka panjang.

“Yang ingin kita selesaikan bukan hanya keberadaan anak di jalan, tetapi alasan mengapa mereka berada di sana. Kalau akar persoalannya tidak disentuh, maka kondisi yang sama akan terus berulang,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah melakukan asesmen terhadap kebutuhan setiap keluarga untuk menentukan bentuk pendampingan yang paling tepat. Berbagai instrumen bantuan kemudian disiapkan, mulai dari fasilitasi dokumen kependudukan, akses layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga yang membutuhkan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi perlindungan sosial yang saat ini sedang diperkuat Pemerintah Kota Kupang. Fokusnya bukan hanya pada penanganan kasus yang muncul di permukaan, tetapi juga pada upaya memperkuat ketahanan keluarga sebagai lingkungan utama tumbuh kembang anak.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menilai setiap anak memiliki hak yang sama untuk menikmati masa kanak-kanak, memperoleh pendidikan yang layak, serta tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan mereka.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan dalam menciptakan ruang yang lebih ramah bagi anak-anak serta tidak membiarkan mereka menghadapi persoalan hidup yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang dewasa.

Menurut Serena, perlindungan anak bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif yang memerlukan keterlibatan keluarga, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas.

Selain berdampak pada proses pendidikan, aktivitas anak-anak di jalanan juga dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan, kesehatan, hingga potensi eksploitasi. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat sistem pengawasan sekaligus memperluas jangkauan program perlindungan sosial bagi keluarga rentan.

Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai langkah preventif terus dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah. Pemerintah berharap pendekatan berbasis keluarga yang kini dijalankan mampu menjadi solusi yang lebih efektif dibandingkan penanganan konvensional yang hanya berfokus pada penertiban sesaat.

Lebih jauh, upaya tersebut menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Kota Kupang dalam membangun kota yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memiliki sistem perlindungan sosial yang kuat dan berpihak kepada kelompok rentan.

Melalui pendekatan yang lebih manusiawi, partisipatif, dan berkelanjutan, pemerintah berharap setiap anak dapat kembali menjalani perannya sebagai pelajar, bertumbuh dalam lingkungan yang sehat, serta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Penanganan pekerja anak pada akhirnya bukan semata tentang menertibkan aktivitas di jalanan, melainkan tentang menghadirkan negara dan pemerintah di tengah keluarga yang membutuhkan uluran tangan, sehingga tidak ada lagi anak yang harus mengorbankan masa kecilnya demi bertahan hidup.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version