Tidak hanya kerajinan dan fesyen berbasis tenun, agenda FCE 2026 juga membawa narasi mengenai pengembangan produk kreatif serta komoditas potensial lainnya. Kopi dan kelor, misalnya, menjadi bagian dari potensi produk daerah yang dapat dikembangkan melalui penguatan nilai tambah dan perluasan pasar.
Dalam kerangka tersebut, UMKM tidak hanya ditempatkan sebagai peserta pameran, tetapi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi daerah yang perlu didorong agar mampu menghasilkan produk dengan daya saing lebih tinggi.
Perluasan FCE sekaligus memperlihatkan perubahan pendekatan dalam mempromosikan produk lokal. Identitas budaya tetap menjadi bagian penting, tetapi potensi ekonomi kreatif NTT dipandang lebih luas daripada satu jenis komoditas.
Mendorong UMKM Naik Kelas
BI NTT menempatkan pengembangan UMKM sebagai salah satu bagian penting dalam agenda FCE 2026. Pameran dan promosi produk diharapkan dapat mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen sekaligus membuka akses terhadap jaringan pasar yang lebih luas.
Dalam konteks itu, inovasi menjadi faktor penting. Produk lokal tidak cukup hanya memiliki identitas daerah, tetapi juga perlu memiliki kualitas, kemasan, kontinuitas produksi, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
