Memasuki malam hari, kegiatan semakin semarak dengan penampilan seni dan budaya yang inklusif, melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok difabel, pertunjukan tari tradisional, serta paduan suara. Ragam kegiatan ini menunjukkan pendekatan integratif antara aspek ekonomi, edukasi, dan budaya dalam satu ruang publik.
Lebih lanjut, Serena Francis menilai bahwa Peken Jasindo memiliki signifikansi strategis dalam mendorong akselerasi pertumbuhan UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Ia mengaitkan keberhasilan kegiatan ini dengan program Saboak (Sunday Market Buat Orang Kupang) yang telah berjalan sejak Juni 2025 di lokasi yang sama. Program tersebut, menurutnya, berhasil mengaktivasi ruang publik sekaligus menciptakan sirkulasi ekonomi bernilai miliaran rupiah dengan melibatkan ratusan pelaku usaha lokal.
“Transformasi kawasan ini menunjukkan bagaimana ruang yang sebelumnya kurang optimal kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan interaksi sosial masyarakat,” jelasnya. Ia juga memberikan apresiasi terhadap penerapan konsep pasar bebas plastik sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
