ID, Kupang — Bank NTT mengukuhkan diri sebagai kampiun Turnamen Bola Voli SMSI Cup I 2026 setelah menundukkan Fetomone pada partai final, Kamis (15/10/2026). Kemenangan tersebut menandai berakhirnya kompetisi yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) NTT sejak 3 Oktober 2026.
Turnamen yang berlangsung di Auditorium Bahtera Artha Wacana, Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, itu diikuti sekitar 33 tim dari berbagai klub, instansi, perguruan tinggi, dan sekolah di NTT.
Penyelenggaraan SMSI Cup I tidak hanya menjadi arena kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga ruang evaluasi bagi atlet dalam mengukur kemampuan teknis, membangun mental bertanding, serta meningkatkan kualitas permainan melalui persaingan yang kompetitif.
Penutupan turnamen dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., perwakilan PBVSI Pusat, unsur UKAW, Perumda Air minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang, staf Bank NTT, para juri, peserta, dan sejumlah undangan.
Dalam sambutan Bupati Kupang Yosef Lede yang dibacakan Sekda Mateldius Soleman Jilis Sanam, Pemerintah Kabupaten Kupang menyampaikan apresiasi kepada SMSI NTT, PBVSI NTT, panitia penyelenggara, UKAW, sponsor, dan seluruh pihak yang berkontribusi terhadap pelaksanaan turnamen tersebut.
Pemerintah daerah memandang kompetisi olahraga sebagai bagian dari ekosistem pembinaan prestasi yang membutuhkan kesinambungan. Turnamen seperti SMSI Cup dinilai memberikan kesempatan bagi atlet untuk memperoleh pengalaman bertanding, menguji kapasitas diri, dan mengidentifikasi aspek permainan yang masih perlu ditingkatkan.
Pembinaan atlet menjadi agenda jangka panjang
Pemerintah Kabupaten Kupang juga menekankan pentingnya pembinaan atlet secara sistematis dan berkelanjutan. Peningkatan prestasi tidak cukup bertumpu pada kompetisi sesaat, tetapi perlu ditopang latihan yang disiplin, kualitas pelatih, serta ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai.
Pembinaan tersebut menjadi semakin relevan dalam menghadapi agenda olahraga nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. NTT membutuhkan proses penjaringan dan pengembangan atlet potensial yang terencana agar mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.
Selain aspek prestasi, olahraga juga memiliki dimensi sosial dan edukatif dalam pembentukan karakter generasi muda. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama tim, dan sportivitas merupakan bagian penting dari proses pembinaan yang perlu dipelihara, baik saat meraih kemenangan maupun menghadapi kekalahan.
Ketua SMSI NTT, Benediktus S. S. Jahang, mengatakan penyelenggaraan SMSI Cup merupakan wujud kontribusi insan pers dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui pengembangan sektor olahraga.
Ia mengapresiasi dukungan panitia, pemerintah daerah, PBVSI, sponsor, pihak kampus, serta media yang turut menyukseskan turnamen sejak pembukaan hingga pertandingan final.
Menurut Benediktus, kompetisi tersebut diharapkan menjadi salah satu wadah untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi atlet bola voli NTT agar dapat berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Setiap pertandingan, menurutnya, perlu dimanfaatkan sebagai pengalaman untuk mengevaluasi kemampuan, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan kualitas permainan.
PBVSI apresiasi penyelenggaraan turnamen
Apresiasi terhadap penyelenggaraan SMSI Cup I 2026 juga disampaikan Kepala Bidang Kompetisi Pengurus Pusat PBVSI sekaligus Technical Delegate KONI Pusat untuk asesmen venue PON XXII, Reqinal Christian Nelwan.
Ia berharap kompetisi bola voli seperti SMSI Cup dapat terus diselenggarakan dan dikembangkan sehingga semakin banyak atlet memperoleh kesempatan untuk bertanding dan meningkatkan kapasitas kompetitif mereka.
Reqinal turut menyoroti potensi fasilitas olahraga yang dimiliki UKAW untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi bola voli pada masa mendatang, termasuk turnamen dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Ketersediaan fasilitas yang memadai, jika disertai tata kelola penyelenggaraan yang baik dan pembinaan atlet yang konsisten, dapat menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan olahraga prestasi di NTT.
Berakhirnya SMSI Cup I 2026 sekaligus membuka ruang bagi evaluasi penyelenggaraan dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Peran media, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi olahraga diperlukan untuk membangun ekosistem pembinaan yang lebih terintegrasi.
Gelar juara yang diraih Bank NTT menjadi penanda berakhirnya kompetisi tahun ini. Namun, kontribusi turnamen terhadap kemajuan olahraga daerah akan ditentukan oleh sejauh mana momentum tersebut ditindaklanjuti melalui pembinaan atlet, peningkatan kualitas kompetisi, dan perluasan kesempatan bertanding bagi talenta-talenta bola voli NTT. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
