Meski demikian, struktur pembiayaan masih memperlihatkan dominasi perbankan. Hingga Juni 2026, sektor perbankan menyumbang 82,44 persen dari total pembiayaan UMKM. Sementara kontribusi PVML mencapai 17,50 persen dan pasar modal baru 0,06 persen.
Secara khusus, kredit UMKM yang disalurkan perbankan pada Juni 2026 tercatat mencapai Rp1.519,35 triliun.
Namun, OJK melihat tantangan UMKM tidak semata-mata terletak pada ketersediaan dana. Banyak pelaku usaha masih menghadapi persoalan legalitas, kapasitas manajerial, pencatatan keuangan, informasi pasar, hingga keterhubungan dengan rantai pasok.
Karena itu, pembiayaan harus ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas. Akses modal perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas usaha, pendampingan, pembukaan pasar, digitalisasi, serta intervensi yang disesuaikan dengan siklus dan karakteristik masing-masing UMKM.
Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut upaya penguatan pembiayaan UMKM tersebut. Ia berharap peningkatan akses pembiayaan dapat diikuti dengan peningkatan kualitas usaha sehingga UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung segala upaya untuk mendorong UMKM naik kelas sehingga dapat meningkatkan taraf hidup rakyat,” ucap Airlangga.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
