Penggalangan dana dilakukan sebagai bentuk solidaritas internal terhadap perusahaan air minum yang terdampak bencana. Setelah dana terkumpul, Perpamsi memutuskan menyalurkannya secara proporsional dengan nominal yang sama kepada lima perusahaan.
“Puji Tuhan dana terkumpul Rp 214 juta. Kami sepakati untuk dibagi rata kepada 5 perusahaan terdampak. Sekecil apapun, itu adalah bentuk perhatian untuk kita semua,” ungkap Jony Benny Sulaiman, yang juga Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang.
Menurut Jony, nilai bantuan tersebut memang tidak serta-merta dapat menutup seluruh kebutuhan pemulihan. Namun, dukungan tersebut diharapkan memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan layanan air minum.
Karena itu, Perpamsi mendorong agar dana diprioritaskan untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang mengalami gangguan akibat gempa.
“Dengan bencana ini, tentu saja cukup mengganggu instalasi, jaringan dlan lain-lain. Yah, mudah-mudahan bantuan ini bisa berdampak kepada pelayanan,” harapnya.
Sikka Siapkan Sumur Bor
Salah satu penerima bantuan yang telah menyiapkan skema pemanfaatan dana adalah Perumda Air Minum Wair Puang Kabupaten Sikka.
Direktur Perumda Air Minum Wair Puang, Fransiskus Laka, mengatakan pihaknya berencana menggunakan bantuan tersebut untuk mendukung pembangunan sumur bor di kawasan tengah Kota Maumere dan Gelora Samador da Cunha.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
