Akibat tekanan tersebut, nilai merek Tesla kini diperkirakan berada di kisaran US$27,61 miliar atau sekitar Rp460 triliun. Angka ini turun drastis dibandingkan valuasi awal 2025 yang mencapai US$43 miliar, bahkan jauh dari puncak kejayaan pada Januari 2023 saat nilai mereknya menyentuh US$66,2 miliar.
Tersalip pabrikan otomotif konvensional
Sepanjang 2025, posisi Tesla juga mulai tersingkir dalam daftar merek otomotif paling bernilai. Sejumlah produsen mobil global seperti Mercedes-Benz, Volkswagen, Porsche, dan Toyota kini melampaui Tesla dalam hal valuasi merek.
Toyota menempati posisi teratas sektor otomotif dengan nilai merek yang diperkirakan mencapai US$62,7 miliar atau setara Rp1.046 triliun, menegaskan dominasinya sebagai merek otomotif paling kuat secara global.
Brand Finance dalam metodologinya menganalisis ribuan data kinerja perusahaan, mulai dari pendapatan, margin keuntungan, kesepakatan lisensi, hingga persepsi konsumen. Seluruh data tersebut kemudian diolah untuk memproyeksikan nilai moneter sebuah merek.
Direktur Valuasi Brand Finance, Lorenzo Coruzzi, mengungkapkan bahwa penurunan skor Tesla terlihat sangat tajam dalam satu tahun terakhir, terutama di kawasan Eropa dan Kanada. Indikator utama yang terdampak meliputi reputasi merek, tingkat kepercayaan, rekomendasi konsumen, serta daya tarik produk.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
