“Di Amerika Serikat, skor rekomendasi Tesla bahkan jatuh ke level terendah baru, yakni 4 dari 10,” kata Coruzzi. Skor tersebut mencerminkan rendahnya kemauan konsumen untuk merekomendasikan Tesla kepada orang lain. Padahal, pada 2023 lalu, skor rekomendasi Tesla di AS sempat berada di angka 8,2.
Survei Brand Finance melibatkan lebih dari 1.000 responden di 18 negara, yang diminta menilai persepsi mereka terhadap Tesla berdasarkan sejumlah parameter kunci.
BYD kian menguat
Di tengah melemahnya Tesla, produsen kendaraan listrik asal China, BYD, justru menunjukkan tren sebaliknya. Nilai merek BYD meningkat sekitar 23 persen sepanjang 2025, mencapai US$17,29 miliar atau sekitar Rp288 triliun, naik dari US$14,03 miliar pada tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut menegaskan posisi BYD sebagai pesaing utama Tesla di pasar global kendaraan listrik, sekaligus mencerminkan pergeseran preferensi konsumen menuju merek yang menawarkan kombinasi harga kompetitif, inovasi berkelanjutan, dan stabilitas korporasi. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
