Pasar saham Indonesia justru masih mencatat outflow sebesar Rp70,7 triliun.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena arus modal di pasar saham sangat berkaitan dengan tingkat kepercayaan investor terhadap kredibilitas pasar domestik.
Suahasil mengatakan penguatan kredibilitas menjadi salah satu faktor penting agar investor kembali meningkatkan eksposurnya di pasar saham Indonesia.
“Ini perlu diperbaiki kalau pasar saham kita nanti lebih kredibel. Kuncinya kredibilitas. Kalau kredibel investor yakin beli saham di RI,” ujarnya.
Meski secara kumulatif masih mencatat arus keluar, tanda-tanda pembalikan mulai terlihat pada September.
Hingga 11 September 2026, pasar saham mencatat inflow sekitar Rp2,9 triliun.
“Jadi ini ada suatu pergerakan yang baik, tentu ini harus kita perhatikan dengan baik ke depannya,” kata Suahasil.
Dampak Suku Bunga Global
Pergerakan modal tersebut berlangsung ketika pasar keuangan domestik masih menghadapi pengaruh kondisi moneter global.
Suahasil turut menyoroti pergerakan Fed Fund Rate (FFR) dan dampaknya terhadap pasar keuangan Indonesia, termasuk imbal hasil SBN.
Menurut dia, perubahan tingkat suku bunga acuan Amerika Serikat dapat memengaruhi pergerakan imbal hasil surat utang pemerintah Indonesia karena pasar domestik tetap terhubung dengan dinamika pasar keuangan global.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
