Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Calon Deputi Gubernur BI: Lemahnya Permintaan Jadi Penyebab Kredit Tak Terserap Optimal

Avatar photo
likuiditas kredit

ID, Jakarta – Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin M. Juhro, mengungkapkan bahwa rendahnya pertumbuhan kredit perbankan bukan disebabkan oleh keterbatasan likuiditas, melainkan oleh melemahnya sisi permintaan (demand) dari dunia usaha dan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR RI, Jumat (23/1/2026).

Solikin menjelaskan, meskipun pemerintah dan BI telah secara agresif menambah likuiditas ke dalam sistem keuangan, dorongan tersebut belum sepenuhnya berujung pada peningkatan aktivitas ekonomi riil melalui penyaluran kredit.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Uang primer atau M0 itu sejatinya merupakan embrio uang. Ia adalah klaim atau kewajiban otoritas moneter kepada masyarakat. Namun, M0 tidak akan berkembang menjadi uang beredar apabila tidak melalui mekanisme penciptaan kredit,” ujar Solikin di hadapan anggota Komisi XI.

Menurutnya, kondisi saat ini menunjukkan bahwa respons permintaan kredit belum sekuat beberapa tahun sebelumnya. Akibatnya, injeksi likuiditas yang dilakukan tidak serta-merta terserap untuk pembiayaan sektor produktif.

“Isu utamanya ada di demand. Ketika permintaan pembiayaan masih lemah, penambahan likuiditas tidak otomatis mendorong ekspansi kredit dan kegiatan ekonomi riil,” jelasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan