Lebih lanjut, Dony menegaskan bahwa kebijakan mendorong lebih banyak BUMN menjadi perusahaan publik tidak semata-mata bertujuan memperluas akses pendanaan korporasi. Langkah tersebut juga dipandang sebagai instrumen strategis dalam memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan nasional.
Menurutnya, peningkatan jumlah emiten dari kalangan BUMN di Bursa Efek Indonesia diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap aktivitas investasi, memperluas partisipasi investor, serta menjadi salah satu katalis dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Bahan pertumbuhan juga kan untuk pertumbuhan ekonomi nanti IPO akan banyak supaya di dalam capital market,” kata Dony.
Wacana penambahan emiten dari sektor BUMN menjadi sinyal bahwa pemerintah terus mengoptimalkan transformasi tata kelola perusahaan negara melalui mekanisme pasar. Selain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas korporasi, langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat daya saing BUMN sekaligus memperluas alternatif investasi bagi pelaku pasar di Indonesia.
Red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
